KATA PENGANTAR
Assalamualaikum
Wr.Wb.
Alhamdulillah
penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat, taufik dan hidayah-Nya
sehingga penulisan makalah tentang “FUTSAL” dapat terselesaikan tepat pada
waktunya.
Penulis
mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu
terselesaikannya laporan ini, terutama kepada teman-teman yang telah membantu
terselesaikannya laporan ini.
Penulis
menyadari bahwa penulisan laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena
itu, kritik dan saran sangat penulis harapkan. Dan semoga laporan ini dapat
bermanfaat bagi pembaca.
Wassalamualaikum
Wr. Wb.
Sampit,
November 2012
Penulis
Agus X Tkj 1
Daftar isi
1. Kata
pengantar ...............................................................................................................................1
2. BAB
I “pendahuluan” ...............................................................................................................................1
3. BAB
II “isi”
a. Definisi
futsal ...............................................................................................................................2
b. Peraturan
dalam
permainan futsal ...............................................................................................................................2
c. Gambar
lapangan ...............................................................................................................................18
BAB I
PENDAHULUAN
Di
era globalisasi sekarang ini banyak sekali masyarakat yang tidak peduli akan
pentingnya olahraga, karena mereka lebih sibuk dengan pekerjaan mereka.
Sehingga mereka lalai pada kesehatan tubuh.
Disini
olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara
jasmani tetapi juga rohani. Olahraga asli dari berbagai daerah di Indonesia,
mungkin belum terkenal di tingkat nasional namun cukup populer di daerah
asalnya. Khazanah budaya bangsa yang sebaiknya tetap diperhatikan dan di bina
sebelum habis punah dilanda oleh arus globalisasi, terutama oleh
permainan era digital dengan menggunakan perangkat komputer.
Futsal,
olah raga sepak bola dalam ruangan, kini semakin digemari di kota-kota
besar Indonesia. Olah raga ini memungkinkan area dengan lahan yang
sempit memberikan fasilitas yang hampir mirip dengan lapangan rumput sepak
bola. Futsal merupakan solusi bagi kota-kota besar yang terbatas area
terbukanya. Bahkan futsal sudah dipertandingkan secara internasional baru-baru
ini. Bermain futsal sungguh mengasyikkan, semua orang bisa mengikutinya hanya
dengan menyewa lapangan futsal yang kini banyak tersedia, salah satunya, di
Jakarta. Tidak perlu harus ahli dahulu untuk mengikuti olah raga ini, bahkan
banyak digunakan untuk acara sosialisasi saja. Tetapi bagaimanapun futsal
merupakan olah raga yang perlu penanganan tepat terutama dalam pelaksanaannya.
Karena salah-salah ingin sehat malahan membuat penyakit. Penting untuk
memperhatikan mulai dari kostum (terutama sepatu) dan pemanasan, permainan dan
pendinginan.
Oleh
karena itu, disini kami akan menjelaskan tentang bagaimana olah raga futsal
yang baik dan benar. Sehingga nantinya tidak ada kesalahan dalam memainkannya.
BAB II
ISI
A.
DEFINISI FUTSAL
Kata
Futsal berasal dari bahasa
Spanyol, yaitu Futbol (sepak bola) dan Sala (ruangan), yang jika digabung
artinya menjadi “Sepak Bola dalam Ruangan”.
Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh
dua regu, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah
memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain
lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak
seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal
dibatasi garis, bukan net atau papan. Futsal turut juga dikenali dengan
berbagai nama lain. Istilah “futsal” adalah istilah internasionalnya, berasal
dari kata Spanyol atau Portugis, football dan
sala.
Futsal
diciptakan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos
Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika
Selatan,
terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam
permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan
pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal
Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus
menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah
perlindungan Fédération
Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika
Tengah
dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.
Pertandingan
internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai. Piala
Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya
diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil.
Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun
1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.
Kejuaraan
Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya
bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao
Paulo,
Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi
kemenangannya diKejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita
kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.
Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di
Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California. Futsal The Rule of The
Game.
B.
PERATURAN DALAM PERMAINAN FUTSAL
Lapangan
permainan
- Ukuran: panjang 25-42 m x lebar 15-25 m
- Garis batas: garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
- Daerah penalti: busur berukuran 6 m dari setiap pos
- Garis penalti: 6 m dari titik tengah garis gawang
- Garis penalti kedua: 12 m dari titik tengah garis gawang
- Zona pergantian: daerah 6 m (3 m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
- Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m
- Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif
Bola
- Ukuran: 4
- Keliling: 62-64 cm
- Berat: 390-430 gram
- Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama
- Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu, tak berbahaya)
Jumlah
pemain
- Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga gawang
- Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2
- Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
- Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
- Metode pergantian: “pergantian melayang” (semua pemain kecuali penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja; pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit)
Perlengkapan
pemain
Kaos
bernomor, celana pendek, kaus kaki, pelindung lutut, dan alas kaki bersolkan
karet
Lama
permainan
- Lama: dua babak 20 menit; waktu diberhentikan ketika bola berhenti dimainkan. Waktu dapat diperpanjang untuk tendangan penalti.
- Time-out: 1 per regu per babak; tak ada dalam waktu tambahan
- Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit
Selain
peraturan dalam bermain FUTSAL diatas, ada beberapa macam peraturan-peraturan
dalam bermain FUTSAL diantaranya adalah:
=>
Peraturan 1
Lapangan
Ukuran
Lapangan
harus berbentuk bujur sangkar. Garis samping pembatas lapangan harus lebih
panjang dari garis gawang :
-
Panjang : Minimal25 m, Maksimal 42 m
-
Lebar : Minimal 15 m,
Maksimal 25 m
Ukuran
Pertandingan Internasional :
-
Panjang : Minimal 38 , maksimal 42 m
-
Lebar : Minimal 18 m
,Maksimal 22 m
Tanda
Lapangan
Lapangan
ditandai dengan garis. Garis tersebut termasuk garis pembatas lapangan. Garis
yang lebih panjang disebut garis samping (touched line) dan yang lebih pendek
disebut garis gawang (goal line).
Lebar
garis pembatas 8 cm.
Lapangan
dibagi menjadi dua dan diberi garis tengah.
Titik
tengah ditandai pada garis setengah lapangan dan lingkaran pada titik tengah
dibuat dengan radius 3 m.
Daerah
Pinalti
Daerah
Pinalti ditandai pada masing-masing ujung lapangan sebagai berikut :
Seperempat
Lingkaran, dengan radius 6 m, ditarik sebagai pusat diluar dari masing-masing
tiang gawang.
Seperempat
lingkaran digambarkan garis pada sudut kanan hingga garis gawang dari luar
tiang gawang. Bagian atas dari masing-masing seperempat lingkaran dihubungkan
dengan garis sepanjang 3,16m berbentuk paralel/sejajar dengan garis gawang
antara kedua tiang gawang tersebut.
Titik
Pinalti
Titik
Pinalti Pertama digambarkan 6 m dari titik tengah antara kedua tiang gawang
dengan jarak yang sama.
Titik
Pinalti Kedua
Titik
pinalti pertama digambarkan di lapangan 10 m dari titik tengah antara kedua
tiang gawang dengan jarak yang sama.
Tendangan
Sudut
Seperempat
Lingkaran dengan radius 25 cm ditarik di dalam lapangan dari setiap sudut.
Daerah
Pergantian Pemain
Daerah
pemain cadangan terletak pada samping lapangan dengan tempat duduk tim di kedua
sisi yang sama sehingga mempermudah untuk pergantian pemain.
Daerah
pergantian pemain terletak depan tempat duduk pemain cadangan dan dengan
panjang 5 m. Daerah ini ditandai pada masing-masing sisi dengan garis yang
memotong garis samping, dengan lebar garis 8 cm dan panjang 80 cm, dimana 40 cm
digambarkan didalam lapangan dan 40 cm diluar lapangan.
Daerah
Bebas berjarak 5 m dari garis tengah dan garis samping. Daerah bebas ini,
secara langsung didepan pencatat waktu dan harus tetap dalam keadaan kosong dan
bebas pandangan.
Gawang
Gawang
harus ditempatkan pada bagian tengah dari masing-masing garis gawang. Gawang
terdiri dari dua tiang gawang (goal post) yang sama dari masing-masing sudut
dan dihubungkan dengan puncak tiang oleh palang gawang secara horizontal (cross
bar).
Jarak
antar tiang ke tiang gawang 3 m dan jarak dari ujung bagian bawah tanah ke
palang gawang adalah 2 m.
Kedua
tiang gawang dan palang gawang memiliki lebar dan dalam yang yang sama yakni 8
cm. Jaring dapat dibuat dari nilon yang diikat ke tiang gawang dan palang
gawang dibahagian belakang yang diberi beban.
Keselamatan
Gawang
boleh dipindahkan, tetapi harus dipasangkan secara aman selama permainan.
Permukaan
Lapangan
Permukaan
lapangan harus mulus, rata dan tidak kasar. Disarankan penggunaan kayu atau
lantai parkit, atau bahan buatan lainnya. Yang harus dihindari adalah
penggunaan bahan dari beton atau korn blok.
KEPUTUSAN
DAN PENEGASAN
Keputusan
1
Jika
garis gawang antara 15 hingga 16m, maka radius seperempat lingkaran hanya
diukur sebesar 4m. Dalam hal ini, tanda titik pinalti tidak lagi ditempatkan
pada garis yang dibatasi daerah pinalti, tetapi berada tetap pada jarak 6m dari
titik tengah antara posisi kedua tiang gawang.
Keputusan
2
Penggunaan
lapangan yang datar dan berumput alami, atau rumput buatan diperbolehkan hanya
untuk pertandingan lokal, tetapi tidak untuk pertandingan-pertandingan yang
bersifat Nasional dan Internasional.
Keputusan
3
Tanda/titik
dapat digambarkan di luar lapangan, 5 m dari busur pojok pada sudut kanan dan
kiri dari garis gawang untuk memastikan bahwa jarak ini dapat diamati apabila
tendangan sudut dilakukan. Lebar tanda/titik ini adalah 8 cm.
Keputusan
4
Tempat
duduk pemain cadangan, berada dibelakang garis pembatas lapangan tepat
disamping daerah bebas yang berada di depan meja pencatat waktu.
=>
Peraturan 2
Bola
Kualitas
dan ukuran
Bola
harus :
Berbentuk
bulat.
Terbuat
dari kulit atau bahan lainnya.
Minimum
diameter 62 cm dan maximum 64 cm.
Berat
bola pada saat pertandingan dimulai minimum 400 gram dan maximum 440 gram.
Tekanannya
sama dengan 0,4 – 0,6 atmosfir (400 – 600 g/cm³).
Penggantian
Bola Rusak
Jika
bola pecah atau rusak dalam suatu pertandingan :
Pertandingan
dihentikan sementara.
Pertandingan
dimulai kembali dengan menjatuhkan bola pengganti di tempat dimana bola pertama
tersebut rusak.
Jika
bola pecah atau menjadi rusak ketika bola tidak dalam permainan pada saat permainan
dimulai, tendangan gawang, tendangan pojok, tendangan bebas, tendangan pinalti
atau tendangan ke dalam :
Pertandingan
dimulai kembali sesuai dengan peraturan biasa.
Bola
tidak dapat diganti selama pertandingan tanpa ijin dari wasit.
Keputusan
1
Bola
dari kulit laken/bulu (felt ball) tidak diperbolehkan.
Keputusan
2
Bola
tidak diperbolehkan memantul kurang dari 55 cm dan tidak boleh lebih dari 65 cm
pada pantulan pertama ketika dijatuhkan dari ketinggian 2 m. Dalam suatu
pertandingan atau kompetisi, hanya bola-bola yang memenuhi persyaratan teknis
minimal yang diatur dalam Peraturan No.2 diperbolehkan untuk digunakan.
=>
Peraturan 3
Jumlah
pemain
Pemain
Dalam
setiap pertandingan dimainkan oleh dua tim, masing-masing tim terdiri dari lima
pemain, salah satu diantaranya adalah penjaga gawang.
Prosedur
Pergantian Pemain
Pergantian
pemain dapat dilakukan sewaktu-waktu selama pertandingan berlangsung dengan
mengikuti peraturan kompetisi resmi yang dikeluarkan oleh FIFA, konfedarasi
atau asosiasi.
Jumlah
pemain cadangan atau pemain pengganti maximum tujuh orang pemain.
Jumlah pergantian pemain selama pertandingan berlangsung tidak dibatasi. Seorang pemain yang telah diganti dapat masuk kembali kedalam lapangan untuk menggatikan pemain lainnya.
Jumlah pergantian pemain selama pertandingan berlangsung tidak dibatasi. Seorang pemain yang telah diganti dapat masuk kembali kedalam lapangan untuk menggatikan pemain lainnya.
Pergantian
pemain dapat dilakukan pada saat bola didalam atau diluar permainan dengan
mengikuti persyaratan sebagai berikut:
Pemain
yang ingin meninggalkan lapangan harus melakukannya didaerah pergantiannya
sendiri.
Pemain
yang ingin memasuki lapangan harus melakukannya pada daerah pergantiannya
sendiri, tetapi dilakukan setelah pemain yang diganti telah melewati batas
lapangan.
Pergantian
pemain sangat bergantung kepada kewenangan wasit, apakah dipanggil untuk
bermain atau tidak.
Pergantian
dianggap sah ketika pemain pengganti telah masuk lapangan, dimana saat itu
pemain tersebut telah menjadi pemain aktif dan pemain yang ia gantikan telah
keluar dan berhenti menjadi pemain aktif.
Penjaga
gawang boleh berganti tempat dengan pemain lainnya.
Pelanggaran
Dan Sangsi
Ketika
pergantian pemain sedang dilakukan, seorang pemain cadangan masuk lapangan
sebelum pemain yang akan digantikannya meninggalkan lapangan secara sempurna
maka:
Permainan
dihentikan.
Pemain
yang diganti diperintahkan untuk meninggalkan lapangan.
Pemain
pengganti tersebut diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning.
Permainan
dimulai kembali dengan melakukan tendangan bebas tidak langsung dilakukan oleh
tim lawan dari tempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.
Jika
bola didalam daerah pinalti, tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari
garis daerah pinalti, dilakukan dari tempat yang terdekat dengan posisi bola
ketika permainan dihentikan.
Jika
pada saat pergantian pemain dilakukan, pemain pengganti masuk lapangan atau
pemain pengganti meninggalkan lapangan dilakukan bukan dari tempat atau daerah
pergantian pemain yang telah ditetapkan, maka:
Permainan
dihentikan.
Pemain
yang melanggar diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning.
Permainan dimulai kembali dengan tendangan bebas tidak langsung dilakukan oleh tim lawan dari tempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.
Permainan dimulai kembali dengan tendangan bebas tidak langsung dilakukan oleh tim lawan dari tempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.
Jika
bola didalam daerah pinalti, tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari
garis daerah pinalti, dilakukan dari tempat yang terdekat dimana posisi bola
berada ketika permainan dihentikan.
Keputusan
1
Pada
permulaan permainan, setiap tim harus bermain dengan lima orang pemain.
Keputusan
2
Jika
dalam suatu pertandingan yang sedang berjalan pemain dikeluarkan, maka pemain
yang tersisa kurang tiga pemain (termasuk penjaga gawang), pertandingan harus
dihentikan untuk seterusnya.
Keputusan
3
Ofisial
tim boleh berikan instruksi taktik kepada para pemainnya selama pertandingan
berlangsung. Tetapi ofisial tim tidak dapat/tidak boleh mencampuri gerakan para
pemain dan para wasit, dan harus selalu berlaku dengan yang wajar.
=>
Peraturan 4
Perlengkapan
pemain
Keselamatan
Seorang
pemain tidak boleh menggunakan peralatan atau memakai apapun yang membahayakan
dirinya sendiri atau pemain lainnya, termasuk bentuk perhiasan apapun.
Dasar
Perlengkapan
Dasar
perlengkapan yang diwajibkan dari seorang pemain adalah:
-
Seragam atau kostum.
-
Celana pendek – apabila pemain memakai celana dalam stretch pants, warnanya
harus sama dengan celana pendek utama.
-
Kaos kaki.
-
Pengaman kaki (shinguards).
-
Sepatu dengan model yang diperkenankan untuk dipakai terbuat dari kain atau
kulit lunak atau sepatu gimnastik dengan sol karet atau terbuat dari bahan yang
sejenisnya. Penggunaan sepatu adalah wajib.
Seragam
Atau Kostum
-
Diberi nomor antara 1 – 15 dan harus tampak pada bagian belakang kostum.
- Warna nomor harus berbeda dan lebih kontras dengan warna bajunya.
- Warna nomor harus berbeda dan lebih kontras dengan warna bajunya.
Untuk
pertandingan Internasional, nomornya juga harus tampak pada bagian depan kostum
dalam ukuran yang lebih kecil.
Pengaman
Kaki (Shinguards).
-
Secara keseluruhan pengaman kaki harus ditutup oleh kaos kaki.
-
Terbuat dari bahan yang cocok (karet, plastik atau bahan sejenis).
-
Harus memberikan tingkat perlindungan yang cukup.
Penjaga
Gawang
-
Penjaga gawang diperkenankan memakai celana panjang, di bagian luar harus di
tutup dengan kaos kaki.
-
Setiap penjaga gawang memakai warna yang mudah membedakannya dari pemain lain
serta wasit.
-
Jika seorang pemain yang berada diluar lapangan ingin mengganti penjaga gawang,
baju yang dipakai penjaga gawang pengganti, oleh pemain tersebut harus ditandai
pada bagian belakang dengan nomor pemain itu sendiri.
Pelanggaran
Dan Sangsi
Untuk
setiap pelanggaran dari Peraturan ini :
-
Pemain yang melakukan kesalahan akan diperintahkan oleh wasit untuk
meninggalkan lapangan, membetulkan perlengkapannya atau melengkapi salah satu
perlengkapan yang hilang atau belum dipakai. Pemain tidak boleh kembali ke
dalam lapangan tanpa melapor terlebih dahulu kepada salah seorang wasit, yang
kemudian memeriksa perlengkapan pemain tersebut. Pemain diperkenankan masuk
kembali, ketika bola berada diluar permainan (when the ball is out of play)
Memulai
Kembali Pertandingan
Jika
Wasit hentikan permainan (sementara) untuk berikan peringatan dan menunjukkan
kartu kuning terhadap pemain (yang) melakukan pelanggaran.
-
Memulai kembali pertandingan dengan tendangan bebas tidak langsung dilakukan
pemain dari tim lawan dari tempat bola berada ketika wasit hentikan permainan
Keputusan
Keputusan
1.
Para pemain tidak boleh memperlihatkan kaos dalam yang memuat slogan atau
iklan.
Pemain yang melepaskan baju kaos memperlihatkan slogan atau iklan harus diberikan sangsi oleh pengurus bidang kompetisi.
Pemain yang melepaskan baju kaos memperlihatkan slogan atau iklan harus diberikan sangsi oleh pengurus bidang kompetisi.
2.
Baju kaos harus pakai lengan.
=> Peraturan 5
=> Peraturan 5
Wasit
Wewenang
Wasit
Setiap
pertandingan dipimpin oleh seorang wasit yang memiliki wewenang penuh untuk
memegang teguh Peraturan Permainan sehubungan dengan pertandingan dimana ia
telah ditunjuk untuk memimpinnya, terhitung mulai dari saat ia masuk sampai
dengan ia meninggalkan lapangan tersebut.
Kekuasaan
Dan Tanggung Jawab Wasit
-
Memegang teguh Peraturan Permainan.
-
Membiarkan permainan terus berlanjut ketika terjadi pelanggaran pada salah satu
tim, namun pada saat yang sama tim yang dilanggar mempunyai kesempatan untuk
mencetak gol. Tetapi, jika kesempatan tersebut tidak dapat diraihnya, wasit
tetap akan memberikan hukuman kepada tim yang membuat pelanggaran sebelumnya.
-
Mencatat hasil pertandingan sebagai bahan laporan pertandingan, termasuk
memberikan hukuman terhadap para pemain dan/atau ofisial tim pada insiden
lainnya yang terjadi sebelum, selama dan seusai pertandingan.
-
Bertindak sebagai pencatat waktu jika ofisial/petugas yang ditetapkan, tidak
hadir.
-
Menghentikan, menunda atau mengakhiri pertandingan untuk setiap pelanggaran
peraturan atau yang disebabkan oleh bentuk campur tangan luar.
-
Memberikan hukuman terhadap pemain yang salah dan mengeluarkan pemain tersebut.
-
Memastikan/menjamin bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berkepentingan masuk
kedalam lapangan.
-
Menghentikan pertandingan jika, menurut pendapatnya, seorang pemain terluka
parah dan memastikan bahwa ia dipindahkan dari lapangan.
-
Memperkenankan permainan diteruskan hingga bola keluar lapangan permainan jika
seorang pemain, menurut pendapatnya, hanya cidera ringan.
-
Memastikan bahwa setiap bola yang digunakan memenuhi persyaratan dari Peraturan
No.2
Keputusan
Wasit
Semua
keputusan wasit mengenai fakta yang berhubungan dengan permainan adalah final
dan tidak dapat dirubah.
Wasit
dan wasit kedua hanya dapat merubah keputusannya, jika menyadari bahwa mereka
membuat kesalahan atau jika mereka beranggapan itu perlu dilakukan, asalkan
permainan belum dimulai kembali atau pertandingan (belum) diakhiri.
Keputusan
1
Jika
wasit dan wasit kedua, secara bersamaan mengeluarkan sinyal pelanggaran secara
bersamaan dan terdapat perbedaan keputusan, maka tetap keputusan wasitlah yang
dibenarkan.
Keputusan
2
Wasit
dan wasit kedua, memiliki hak memperingatkan atau mengeluarkan pemain, tetapi
jika terjadi perbedaan diantara mereka, maka tetap keputusan wasitlah yang
dibenarkan.
=>
Peraturan 6
Wasit
Kedua
Tugas:
Wasit kedua ditunjuk untuk menjalankan sisi lapangan yang berlawanan dari posisi wasit. Ia juga diperkenankan menggunakan peluit. Wasit kedua membantu wasit untuk mengawasi pertandingan sesuai dengan Peraturan Permainan.- Memiliki kekuasaan untuk menghentikan permainan untuk setiap pelanggaran Peraturan.
Wasit kedua ditunjuk untuk menjalankan sisi lapangan yang berlawanan dari posisi wasit. Ia juga diperkenankan menggunakan peluit. Wasit kedua membantu wasit untuk mengawasi pertandingan sesuai dengan Peraturan Permainan.- Memiliki kekuasaan untuk menghentikan permainan untuk setiap pelanggaran Peraturan.
-
Memastikan bahwa pergantian pemain dilakukan dengan baik.Dalam hal ini sering
terjadi dimana tindakan yang diambil wasit kedua tidak sesuai dengan yang telah
ditentukan, maka wasit dapat membebas tugaskan wasit kedua dari tugas-tugasnya
dan mengatur pergantian wasit kedua. Seusai pertandingan melaporkannya kepada
pejabat yang berwenang.
Keputusan
Penggunaan wasit kedua diwajibkan pada pertandingan Internasional.
Penggunaan wasit kedua diwajibkan pada pertandingan Internasional.
=>
Peraturan 7
Pencatat
Waktu dan Wasit Ketiga
Tugas
dan Kewajiban
Seorang
pencatat waktu (Timekeeper) dan adanya wasit ketiga adalah penunjukan. Mereka
duduk disisi luar pada pertengahan lapangan, disisi yang sama dengan daerah
pergantian pemain. Seorang pencatat waktu dan wasit ketiga dilengkapi dengan
jam/pencatat waktu yang sesuai (chronometer) serta peralatan yang diperlukan
lainnya untuk mengakumulasi jumlah pelanggaran yang dilakukan, yang disediakan
oleh asosiasi atau klub pemilik lapangan.
Pencatat
Waktu (The Time Keeper)
Memastikan
bahwa lama waktu disesuaikan dengan ketentuan Peraturan No.8 dengan:
-
Menjalankan jam penghitung/pencatat waktu (chronometer) setelah tendangan
permulaan (kick-off).
-
Menghentikan jam (chronometer) ketika bola tidak dalam permainan.
-
Memulai kembali permainan setelah tendangan kedalam, gol (bola masuk gawang),
tendangan sudut, tendangan bebas, tendangan dari titik pinalti atau titik
pinalti kedua, waktu time-out atau wasit menjatuhkan bola.
-
Memeriksa waktu time-out (waktu sela) satu menit.
-
Memeriksa tepat dua menit sewaktu menghukum ketika pemain telah dikeluarkan
(send off).
-
Menunjukkan akhir dari paruh pertama permainan dan akhir dari pertandingan,
akhir dari perpanjangan waktu serta akhir dari time out dengan peluit atau
bunyi sinyal lainnya berbeda dengan yang digunakan oleh wasit.
-
Mencatat seluruh time-out yang tersisa bagi masing-masing tim, memberitahukan
wasit dan tim dengan benar serta memberikan ijin untuk time-out ketika diminta
oleh pelatih kedua tim (Peraturan No.8)
-
Mencatat lima kesalahan pertama yang dilakukan oleh masing-masing tim, yang
dicatat oleh wasit dalam setiap babak dalam pertandingan dan memberi sinyal
ketika kesalahan kelima sudah dilakukan oleh salah satu tim.
Wasit
Ketiga
Wasit
ketiga membantu mencatat waktu:
-
Mencatat lima kesalahan pertama yang dilakukan oleh masing-masing pemain
disetiap babak dicatat oleh para wasit dan memberi sinyal jika kesalahan kelima
sudah dilakukan oleh salah satu tim.
-
Mencatat penghentian permainan dan alasan-alasannya.
-
Mencatat nomor pemain yang mencetak gol.
-
Mencatat nama-nama serta nomor pemain yang mendapat peringatan dan dikeluarkan.
-
Memberikan/menyediakan informasi yang relevan mengenai permainan.
Dalam
kejadian campur tangan yang tidak pantas/diluar batas dilakukan oleh pencatat
waktu atau wasit ketiga, maka wasit akan membebas tugaskan mereka, mengatur
penggantinya serta melaporkan kepada pihak atau pejabat yang berwenang, seusai
pertandingan.
Dalam
hal cidera, wasit ketiga dapat mengganti wasit atau wasit kedua.
Keputusan
1
Untuk
pertandingan Internasional, diwajibkan untuk menggunakan pencatat waktu dan
wasit ketiga.
Keputusan
2
Untuk
pertandingan Internasional, jam pencatat waktu (chronometer) yang digunakan
harus disesuaikan dengan seluruh fungsi-fungsi yang diperlukan (pencatatan
waktu yang tepat, alat untuk mencatat sewaktu menghukum dua menit bagi empat
pemain secara serentak/simultaneous), serta memantau pengumpulan kesalahan oleh
masing-masing tim selama setiap babak permainan.
=>
Peraturan 8
Lamanya
Pertandingan
Periode
Permainan
Waktu
Untuk Time-Out (waktu sela)
Setiap
Tim berhak meminta waktu untuk Time-out selama satu menit disetiap babak,
kondisi berikut dapat diberlakukan untuk [/li][/list]mendapatkan Time-out:
-
Para pelatih tim diberikan wewenang meminta kepada pencatat waktu untuk
time-out selama satu menit.
-
Time-out selama satu menit dapat diminta setiap saat, tetapi hanya
diperkenankan jika Tim tersebut memegang bola (menguasai bola).
-
Pencatat waktu dapat memberikan ijin untuk time-out ketika bola tidak dalam
permainan dengan menggunakan peluit atau bunyi sinyal lainnya berbeda dari yang
digunakan oleh wasit.
-
Ketika time-out diberikan, para pemain harus tetap berada didalam lapangan.
Jika selama masa time-out itu mereka ingin menerima instruksi dari ofisial tim,
cara ini hanya dapat dilakukan hanya pada garis pembatas lapangan (garis
samping) – yang sejajar dengan tempat duduk Tim dan pemain cadangan. Ofisial
yang memberikan instruksi tidak boleh memasuki lapangan.
-
Tim yang tidak meminta time-out pada babak pertama, pada babak kedua tim
tersebut hanya berhak mendapatkan satu kali time-out.
Jarak
Waktu Istirahat
Waktu
istirahat antar babak tidak boleh lebih dari 15 menit.
Keputusan
dan Penugasan
Keputusan
1
Jika
Pencatat waktu tidak ada, pelatih minta time-out kepada wasit.
Keputusan
2
Jika
peraturan kompetisi menetapkan bahwa perpanjangan waktu dilaksanakan pada akhir
dari waktu normal, maka tidak ada time-out selama perpanjangan waktu (extra
time) tersebut.
=>
Peraturan 9
Memulai
dan Memulai Kembali Permainan
Pendahuluan
Pemilihan
tempat diputuskan melalui lemparan koin. Tim yang menang pada lemparan koin
memutuskan gawang yang ingin diserang pada babak pertama pertandingan tersebut.
Tim
lainnya melakukan tendangan pada babak pertama untuk memulai pertandingan.
Tim
yang memenangkan lemparan koin melakukan tendangan pertama untuk mulai
pertandingan dibabak kedua.
Pada
babak kedua dari pertandingan, Tim-tim berpindah tempat (bench), dan menyerang
gawang lawan.
Tendangan
Permulaan (Kick-Off)
Kick-off
adalah cara untuk memulai permainan:
-
Pada permulaan babak pertama pertandingan.
-
Setelah gol tercetak/tercipta.
-
Pada permulaan babak kedua dari pertandingan.
-
Pada permulaan masing-masing periode perpanjangan waktu, jika dilakukan.
-
Gol dapat dicetak/tercipta langsung dari kick-off.
Prosedur
-
Seluruh pemain berada dalam setengah lapangannya sendiri. Lawan dari tim yang
melakukan kick-off paling kurang 3 m dari bola hingga bola sudah dalam permainan.
-
Bola ditempatkan dititik tengah lapangan.
-
Wasit memberikan isyarat untuk memulai kick-off.
-
Pada saat memulai pertandingan kick-off yang sah, apabila bola ditendang dan
bergerak kearah depan.
-
Penendang tidak boleh menyentuh bola untuk kedua kalinya sampai bola tersebut
telah menyentuh/disentuh pemain lainnya.
Setelah
salah satu tim mencetak gol, tendangan permulaan dilakukan oleh tim lainnya
(tim lawannya)
Pelanggaran
Dan Sangsi
-
Jika penendang menyentuh bola untuk kedua kalinya sebelum tersentuh/disentuh
oleh pemain lainnya, maka tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada Tim
lawan, dilakukan dari tempat terjadinya pelanggaran.
-
Jika pelanggaran dilakukan oleh pemain didalam daerah pinalti lawan, maka
tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti dari tempat
terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut.
-
Untuk setiap pelanggaran prosedur kick-off, maka kick-off
Menjatuhkan
Bola = Bola Wasit
Menjatuhkan
bola adalah cara untuk memulai kembali pertandingan setelah penghentian
sementara, menjatuhkan bola merupakan cara untuk melanjutkan pertandingan yang
dihentikan bukan karena bola mati. Atau permainan dihentikan bukan karena bola
melewati garis samping atau garis gawang atau untuk alasan apapun yang tidak
disebutkan dalam peraturan permainan.
Prosedur
Salah
seorang Wasit menjatuhkan bola ditempat dimana bola berada ketika permainan
dihentikan, kecuali jika dia dalam daerah pinalti, dimana dalam hal ini ia
menjatuhkan bola tersebut pada garis daerah pinalti, ditempat terdekat dimana
bola berada ketika pertandingan dihentikan. Permainan dimulai kembali atau bola
dalam permainan ketika bola sudah menyentuh lapangan.
Pelanggaran
Dan Sangsi
Bola
dijatuhkan lagi/kembali:
-
Jika Bola disentuh oleh pemain sebelum bola tersebut menyentuh permukaan
lapangan (tanah).
-
Jika bola meninggalkan lapangan setelah kontak dengan tanah, tanpa disentuh
oleh pemain.
Ketentuan
Khusus
-
Tendangan bebas diberikan kepada tim bertahan didalam daerah pinalti sendiri,
boleh dilaksanakan dari titik mana saja dalam daerah pinalti.
-
Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim penyerang di dalam daerah
pinalti tim lawannya, harus dilakukan dari garis daerah pinalti pada titik
terdekat dimana pelanggaran dilakukan/terjadi.
-
Dropped ball untuk memulai kembali permainan di dalam daerah pinalti, harus
dilakukan di atas garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana bola berada
ketika permainan dihentikan.
=>
Peraturan 10
Bola
Di Dalam dan Di Luar Permainan
Bola
Diluar Permainan
Bola
diluar permainan, jika :
-
Bola secara keseluruhan melewati garis gawang, apakah menggelinding atau
melayang.
-
Permainan telah dihentikan sementara oleh wasit.
-
Bola menyentuh langit-langit.
Bola
Didalam Permainan
Bola
dalam permainan setiap waktu termasuk ketika :
-
Bola memantul dari tiang gawang atau memantul palang gawang ke dalam lapangan.
-
Bola memantul/menyentuh wasit ketika mereka masih berada didalam lapangan.
Keputusan
Ketika
pertandingan sedang dimainkan/berlangsung pada lapangan indoor dan secara tidak
sengaja bola menyentuh langit-langit, Permainan akan dilanjutkan kembali dengan
tendangan kedalam, diberikan kepada lawan dari tim yang terakhir menyentuh
bola. Tendangan kedalam dilakukan dari sebuah titik pada garis terdekat dibawah
langit-langit dimana bola menyentuhnya.
=>
Peraturan 11
Cara
Mencetak Gol
Gol
Masuk Gawang
Kecuali
ditentukan lain dari peraturan ini, dapat dikatakan gol ketika keseluruhan
bagian dari bola melewati garis gawang antara kedua tiang gawang dan dibawah
palang gawang, asalkan bola tersebut tidak dilemparkan, dibawa atau secara
sengaja didorong oleh tangan seorang pemain dari tim penyerang, termasuk
penjaga gawang.
Tim
Pemenang
Tim
yang mencetak jumlah gol paling banyak selama pertandingan adalah pemenangnya.
Jika kedua tim mencetak gol yang sama atau tidak tercetak/tercipta gol, maka
pertandingan dinyatakan imbang atau seri.
Peraturan
Dan Pertandingan
Untuk
suatu pertandingan yang berakhir seri, peraturan kompetisi boleh menyatakan
ketentuan yang menyertakan perpanjangan waktu atau dilakukan tendangan dari
titik pinalti untuk menentukan pemenangnya.
=>
Peraturan 12
Kesalahan-Kesalahan
dan Kelakukan Jahat
Tendangan
Bebas Langsung
Tendangan
bebas langsung diberikan kepada tim lawan, jika seorang pemain melakukan salah
satu dari enam bentuk pelanggaran dibawah ini, dengan pengamatan wasit dan itu
merupakan tindakan yang kurang berhati-hati, kasar atau menggunakan tenaga yang
berlebihan :
-
Menendang atau mencoba menendang lawan.
-
Mengganjal atau mencoba mengganjal lawan.
-
Menerjang lawan.
-
Mendorong lawan, meskipun dengan bahunya.
-
Memukul atau mencoba memukul lawan.
-
Mendorong lawan.
Tendangan
bebas langsung juga dapat diberikan kepada tim lawan, jika seseorang pemain
melakukan pelanggaran sebagai berikut :
-
Memegang lawan.
-
Meludah pada lawan.
-
Melakukan sliding tackle dalam rangka mencoba merebut bola ketika bola sedang
dimainkan/dikuasai oleh lawan. Kecuali untuk penjaga gawang didaerah pinaltinya
sendiri dan dengan syarat ia tidak bermain dengan hati-hati, kasar atau
menggunakan kekuatan yang berlebihan.
-
Menyentuh lawan sebelumya, ketika berusaha menguasai bola.
-
Memegang bola secara sengaja, kecuali dilakukan oleh penjaga gawang didaerah
pinaltinya sendiri.
Tendangan
bebas langsung dilakukan dari tempat dimana terjadinya pelanggaran.
Semua
pelanggaran yang disebutkan diatas merupakan kumpulan pelanggaran yang
diakumulasikan.
Tendangan
Pinalti
Tendangan
pinalti diberikan, jika seorang pemain telah melakukan pelanggaran didaerah
pinaltinya sendiri, tidak peduli dimana posisi bola, tetapi asalkan bola dalam
permainan atau bola hidup.
Tendangan
Bebas Tidak Langsung
Tendangan
bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, jika seorang penjaga gawang
telah melakukan salah satu pelanggaran dibawah ini :
-
Setelah melepaskan bola dari tangannya, ia menerima kembali dari rekan tim
(dengan kaki/tangan), sebelum melewati garis tengah atau sebelum dimainkan atau
belum disentuh oleh pemain lawan.
-
Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, dengan secara sengaja dikembalikan
kepadanya oleh rekan tim (back pass).
-
Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, setelah ia menerima bola
langsung dari tendangan kedalam yang dilakukan oleh rekan tim.
- Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya atau kaki, lebih dari empat detik.
- Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya atau kaki, lebih dari empat detik.
Tendangan
bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, dilakukan ditempat terjadinya
pelanggaran, jika menurut pendapat wasit seorang pemain:
-
Bermain dengan cara yang membahayakan.
-
Dengan cara sengaja menghalang-halangi gerakan pemain lawan tanpa ada bola
padanya (yang dimaksud bola tidak dalam jarak permainan).
-
Mencegah penjaga gawang melepaskan bola dari tangannya.
-
Melakukan pelanggaran lainnya yang tidak disebutkan sebelumnya pada Peraturan
No.12, yang mana permainan dihentikan untuk memberi peringatan atau
mengeluarkan seorang pemain.
Tendangan
bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dari tempat dimana terjadinya
pelanggaran. Kecuali, terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas
tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti ditempat yang terdekat
dimana pelanggaran terjadi.
Sangsi
Disiplin
Kartu
kuning dan kartu merah hanya dapat ditunjukkan kepada para pemain atau para
(pemain) cadangan.
Para
wasit memiliki kekuasaan untuk memutuskan sangsi disiplin kepada para pemain
dari sejak ia masuk lapangan sampai meninggalkan lapangan setelah isyarat
peluit akhir.
Pelanggaran
Yang Diperingatkan
Seorang
pemain diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning, jika ia melakukan
pelanggaran-pelanggaran sebagai berikut :
-
Bersalah karena melakukan tindakan yang tidak sportif.
-
Memperlihatkan perbedaan pendapatnya dengan melontarkan perkataan atau aksi
yang tidak baik.
-
Tetap melanggar Peraturan Permainan.
-
Memperlambat atau mengulur-ulur waktu pada saat memulai kembali permainan.
-
Tidak mengikuti perintah untuk menjaga jarak yang ditentukan ketika dilakukan
tendangan sudut, tendangan kedalam, tendangan bebas atau tendangan gawang.
-
Masuk atau kembali ke lapangan tanpa ijin wasit atau melanggar prosedur
pergantian pemain.
-
Secara sengaja meninggalkan lapangan tanpa ijin dari wasit.
Untuk
setiap pelanggaran, dan kepada lawan akan diberikan tendangan bebas tidak
langsung, dilakukan ditempat dimana terjadinya pelanggaran tersebut. Jika
pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak
langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana
terjadinya pelanggaran tersebut dan selain itu kepada pemain itu diberikan
peringatan dengan menunjukkan kartu kuning.
Pelanggaran
Yang Dapat Menyebabkan Pemain Dikeluarkan
Seorang
pemain atau pemain cadangan dikeluarkan dengan menunjukkan kartu merah, jika ia
melakukan salah satu pelanggaran sebagai berikut :
-
Pemain bermain sangat kasar.
-
Pemain melakukan tindakan kasar.
-
Meludah pada lawan atau orang lain.
-
Menghalangi lawan untuk mencetak gol atau kesempatan mencetak gol dengan
sengaja memegang bola dengan cara yang tidak diperkenankan dalam peraturan (hal
ini tidak berlaku kepada penjaga gawang didalam daerah pinaltinya sendiri).
-
Mengagalkan pemain lawan yang berkesempatan menciptakan gol dengan bergerak
maju kedepan menuju ke arah gawang pemain tersebut. Dengan melakukan tindakan
pelanggaran yang dapat dikenai hukuman melalui tendangan bebas atau tendangan
pinalti.
-
Mengeluarkan kata-kata yang sifatnya menghina atau kata-kata caci-maki.
-
Menerima peringatan (Kartu Kuning) kedua didalam pertandingan yang sama.
Keputusan
Dan Penegasan
Jika
permainan dihentikan untuk sementara karena pemain melakukan pelanggaran No.6
atau No.7, tanpa melakukan pelanggaran peraturan lainnya, maka permainan
dimulai kembali dengan tendangan bebas tidak langsung yang diberikan kepada tim
lawan dan dilakukan ditempat dimana pelanggaran awal terjadi. Jika pelanggaran
ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung
dilakukan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana
pelanggaran terakhir terjadi.
Keputusan
– Keputusan
1.
Seorang pemain yang dikeluarkan oleh wasit (send off) tidak dapat ikut kembali
kepermainan yang sedang berjalan, maupun duduk dibangku pemain cadangan dan
harus meninggalkan sekitar lapangan. Pemain cadangan dapat masuk ke lapangan
dua menit setelah rekan timnya dikeluarkan, kecuali tercipta gol oleh lawannya
sebelum masa dua menitnya berakhir, dan pemain secara sah telah diijinkan oleh
pencatat waktu. Dalam hal ini ditetapkan aturan sebagai berikut :
-
Jika dalam permainan terdapat 5 pemain melawan 4 pemain dan tim dengan jumlah
pemain yang lebih besar mencetak gol, maka tim yang hanya dengan 4 pemain dapat
memasukkan pemain kelimanya.
-
Jika kedua tim bermain dengan 4 pemain dan terjadi gol, maka kedua tim tetap
bermain dengan jumlah yang sama.
-
Jika dalam pertandingan dimana terdapat 5 pemain bermain melawan 3 pemain, atau
4 pemain melawan 3 pemain dan tim dengan jumlah pemain yang lebih besar
mencetak gol, maka tim dengan 3 orang pemain dapat menambah hanya satu orang
pemain lagi.
-
Jika kedua tim bermain dengan 3 pemain dan terjadi gol, maka kedua tim tetap
dengan jumlah pemain yang sama.
-
Jika tim yang mencetak gol adalah salah satu dari tim dengan pemain yang lebih
sedikit, maka permainan diteruskan tanpa menambah jumlah pemain.
2.
Tergantung pada peraturan 12.
Pemain
boleh sodorkan/operkan bola ke penjaga sendiri dengan kepala (sundulan pada
bola dengan kepala), dengan dada atau lutut dan cara lain, asalkan bola telah
melewati garis tengah (lapangan) atau telah menyentuh/disentuh atau dimainkan
oleh pemain lawan. Tetapi, jika menurut pendapat wasit, pemain sengaja
melakukan tipuan ketika bola dalam permainan menghindari peraturan ini, pemain
itu bersalah, berkelakuan tidak sportif. Pemain diberikan peringatan dan
menunjukkan kartu kuning, dan tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada
tim lawan dilaksanakan dari tempat di mana pelanggaran terjadi dalam kondisi
seperti itu, tidak ada hubungannya apakah penjaga gawang kemudian menyentuh
bola dengan tangannya atau tidak.
Pelanggaran
yang dilakukan pemain dalam usaha untuk menghindar dari ketentuan dan makna
dari peraturan 12.
3.
Menyerang yang dapat membahayakan keselamatan lawannya, harus diberikan sangsi
sebagai pemain sangat kasar (must be sanctioned as serious foul play).
4.
Tiap tindakan pura-pura di dalam lapangan adalah berniat menipu wasit, harus
diberikan sangsi sebagai kelakuan tidak sportif (must be sanctioned as
unsporting behaviour).
5.
Pemain yang melepaskan baju kaos/shirt ketika merayakan suatu gol, harus
diberikan peringatan untuk kelakuan tidak sportif (must be caution for
unsporting behaviour).
C.
GAMBAR LAPANGAN
Dibawah
ini adalah gambar lapangan dalam permainan futsal:
BAB
III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1
Kesimpulan
- Olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga rohani.
- Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua regu, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan.
- Dalam pertandingan futsal terdapat beberapa peraturan yang harus dipatuhi.
3.2
Saran
Dari
hasil penggarapan makalah kami yang berjudul “FUTSAL” penulis mengharapkan
adanya suatu kritik dan saran yang membangun bagi kesempurnaan laporan ini,
dengan adanya laporan ini diharapkan supaya pengetahuan mengenai olahraga
futsal dapat dilakukan dengan baik dan benar.
0
Comments
Posting Komentar
Archive
Popular Posts
-
Soal BAB 1 KERAJAAN BERCORAK HINDU-BUDHA DAN ISLAM DI INDONESIA 1. a) J.C Van Leur b) Dr. N.J Krom c) Prof. Dr. Ir. J.L Moens ...
-
DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................... i LEMBAR ...
-
MATERI LATIHAN PENCAK SILAT "PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE" Sejak awal kita mengetahui bahwa PSHT mengajarkan pencak silat s...