Makalah Seminar Kerja Praktek
MDF (MAIN DISTRIBUTION FRAME)
DAN MONITORING PSB SPEEDY
Abstrak
Abstrak - PT. Telekomunikasi Indonesia (TELKOM) is divided of several divisions that support all
activities of the company. MDF (Main Distribution Frame) as one of the division of PT. TELKOM has an
important role to maintain the quality of service for the customers. Therefore, MDF do some activities such as
validation and monitoring of products from PT.TELKOM which one of their leading product is Speedy. Speedy
is product that provide internet services with high speed broadband access. That access technology based on
Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL). SIMANIS is the tool that used to monitor and evaluate the PSB
Speedy
Keywords: MDF, Speedy, SIMANIS
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi, khususnya dalam bidang teknologi
informasi dan telekomunikasi yang semakin
pesat membawa akibat tingginya tuntunan
masyarakat pengguna jasa telekomunikasi
untuk mendapatkan layanan yang mudah dan
cepat, terutama dalam dunia bisnis dengan
persaingan yang ketat. PT TELKOM Kandatel
Semarang memiliki banyak strategi dalam
menghadapi persaingannya, salah satunya
yaitu dengan meluncurkan produk baru yang
diberi nama Speedy. Produk ini berbasis pada
teknologi ADSL (Asymmetric Digital
Subscriber Line) yang mampu membawa data
dengan laju upstream sampai dengan 64 Kbps
dan downstream sampai dengan 1 Mbps,
bahkan hingga 2 Mbps.
Sistem layanan Speedy merupakan
kumpulan beberapa elemen yang saling
mendukung sehingga membentuk satu
kesatuan sistem layanan yang dapat digunakan
oleh pelanggan.. Hal inilah yang mendorong
minat untuk membuat suatu alat bantu guna
memonitor dan mengendalikan keragaman
elemen pendukung, sehingga pelanggan dapat
memakai jasa layanan Speedy sesuai yang
dijanjikan PT Telkom.
1.2. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dari
pelaksanaan kerja praktek di PT Telkom
Kandatel Semarang adalah
1. Untuk mengetahui cara kerja MDF (Main
Distribution Frame) secara umum.
2. Untuk mengetahui monitoring dan evaluasi
PSN (pemasangan baru) Speedy melalui tool
SIMANIS.
1.3. Pembatasan Masalah
Untuk menghindari pembahasan yang
terlalu luas, penulis membatasi pembahasan
makalah ini hanya pada:
1. Pekerjaan di bidang MDF (Main
Distribution Frame) secara umum.
2. Alur bisnis pemasangan Speedy.
3. Monitoring dan evaluasi pemasangan baru
Speedy menggunakan alat bantu SIMANIS.
II. MDF (MAIN DISTRIBUTION FRAME)
MDF adalah unit terminal berkapasitas
besar sebagai tempat terminasi kabel dari sentral
dan kabel primer dari tempat tambat awal kabel
primer yang menuju ke jaringan.
MDF sebagai salah satu unit yang ada di
PT. Telkom STO (Sentral Telepon Otomat)
Johar mempunyai fungsi-fungsi khusus, yaitu :
Tempat penyambungan antara kabel
primer dengan kabel dari sentral;
Tempat pengetesan dalam melokalisir
gangguan;
Tempat melakukan mutasi;
Tempat mengisolir pelanggan karena
administrasi;
Memungkinkan pengukuran secara
terpisah antara saluran ke sentral dan
saluran ke arah pelanggan.
Peralatan-peralatan yang berada di
ruangan MDF sangat sensitif terhadap gangguan
dari luar, oleh kerana itu ruangann MDF harus
memenuhi syarat-syarat berikut :
Ruangan harus bersih dari segala
kotoran;
Dilengkapi dengan Alarm Protector;
Mempunyai ventilasi udara yang baik;
Dilengkapi dengan alat pemadam
kebakaran;
Dilengkapi dengan tangga sorong yang
tingginya disesuaikan dengan kondisi
ruangan MDF/RPU
2.1 Bagian-bagian MDF
1. Siska (Sistem Informasi Customer)
SISKA sebagai Sistim Informasi Customer
sebagai pengganti SISKAMAYA. SISKA
adalah sebuah program yang digunakan oleh
PT. TELKOM Indonesia dalam melakukan
pencarian, perbaikan, troubleshooting, PSB
(Pasang sambungan Baru).
2. Terminal
Pada MDF/RPU terdapat terminal
yang disusun secara vertikal dan horisontal
yaitu :
1. Terminal blok vertikal
Adalah tempat terminasi kabel
primer dan tempat penjumperan ke
blok horizontal telepon).
2. Terminal blok horizontal
Adalah tempat terminasi kabel dari
sentral dan tempat penjumperan ke
blok vertikal
3. Kabel chamber
Adalah ruang tempat penyimpanan baik
kabel tanah tanam langsung maupun kabel
duct dengan kapasitas besar yang telah diinstal
di ruang MDF untuk memperhandal jika ada
penambahan jaringan
2.2 Peralatan MDF
Peralatan-peralatan yang digunakan di
dalam MDF adalah
Computer
Papan tulis dan spidol
Tangga sorong
Test phone
Knip tang dan tang buaya
Krone (insertion tool) dan pistol
jumper
Meja pengukur
2.3 Pekerjaan MDF
Pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan
oleh unit MDF meliputi :
1. Pada telepon rumah
Pekerjaan yang di lakukan MDF pada
telepon rumah yaitu :
Melaksanakan pasang baru sambungan
telepon.
Melaksanakan omset saluran pelanggan.
Mencabut Kabul jumper
Pasang kembali nomor yang dicabut
Pengukuran Arrester
2. Speedy
Pekerjaan yang di lakukan MDF pada
Speedy hampur sama dengan pekerjaan pada
telepon rumah namun dilakukan kepada
pelanggan Speedy.
3. Validasi data
Validasi data bertujuan agar klemklem
di terminal vertikal MDF diketahui
nomor teleponnya dan benar-benar valid.
Langkah-langkah melakukan validasi data
yaitu :
1. Menyiapkan buku daftar kabel primer,
alat tulis dan test phone.
2. Menentukan primer yang akan
divalidasi.
3. Menempelkan ujung-ujung test phone
pada klem yang akan di cek.
4. Menanyakan nomor telepon yang
sedang dites.
5. Mencocokkan hasilnya dengan buku,
beri tanda menggunakan pensil apabila
ada yang tidak sama tulis sebelahnya.
6. Apabila pada waktu diadakan
pengetesan ada pelanggan yang sedang
berkomunikasi, matikan test phone
agar pelanggan tidak terganggu.
7. Melakukan berulang-ulang sesuai
dengan banyaknya urat kabel yang
akan divalidasi.
III.MONITORING PSB SPEEDY
3.1 Proses pemasangan baru speedy
Proses pasang baru speedy dilayani
dalam dua tahap yaitu tahap penjualan (selling)
dan tahap aktivasi.
Tahap selling sendiri dapat dilakukan dengan
beberapa cara yaitu pelanggan langsung dating
ke plasa telkom, melalui web, melalui sms dan
melalui. saluran telepon 147. Setelah proses
registrasi selesai baru dilanjutkan ke proses
aktivasi yang ditangani oleh datel dan divisi
multimedia. Berikut akan dibahas lebih lanjut
mengenai proses pasang baru Speedy.
3.1.1. Proses Bisnis Selling
Proses selling merupakan proses
penjualan yang dilakukan oleh pihak TELKOM
dengan cara menawarkan produk secara
langsung kepada pelanggan melalui percakapan
telepon.
Pada Proses Bisnis Selling ada beberapa
program di lingkungan telkom yang
memudahkan untuk memproses dan
menditeksi pemasangan maupun pemutusan
layanan speddy pada pelanggan, yaitu :
SISKA
SISKA merupakan sebuah sistem
informasi untuk menangai bisnis proses seperti
pelayanan, validasi, gangguan, pasang baru
dan lain-lain yang digunakan di lingkungan
internal PT Telkom. Aplikasi SISKA ini
menggunakan text base sebagai user
interfacenya dan kurang nyaman dalam hal
penyediaan informasi maupun untuk
monitoring dan pelaporan.
Gambar 3.1. Tampilan Software SISKA
SMART
Smart merupakan software yang
digunakan untuk memonitoring pelanggan
yang melakukan pemasangan baru Speedy, dan
mengetahui status modem yang digunakan,
bundling atau Free Modem.
Gambar 3.2. Tampilan Software Smart
Operation Speedy Support System
(OS3)
Operation Speedy Support System
(OS3) merupakan suatu software yang
digunakan untuk memonitoring pelanggan
Speedy, pemakaian (usage) data download dan
upload dari pelanggan, status pelanggan.
3.1.2 Aktivasi layanan Speedy
Proses aktivasi layanan speedy
merupakan proses lanjutan setelah work order
dibuat oleh personil Plasa TELKOM. Proses ini
dilakukan setelah petugas plasa telkom
melakukan input aktivasi. Petugas selanjutnya
memastikan ketersedian akses dan aktivasi port
telah dilakukan dengan benar. Data yang
diperlukan dalam proses ini berupa data teknis
jaringan.
3.1.3 Instalasi
Berikut perangkat Speedy disisi
Pelanggan :
Komputer
Spesifikasi minimum untuk layanan
Speedy:
1. Pentium II 450 MHz.
2. Memory (RAM) sebesar 64 MByte.
3. Hardisk dengan kapasitas 2 GByte.
4. Dapat menggunakan sistem operasi Windows
atau Linux
5. Memiliki aplikasi untuk browsing seperti
Internet Explorer.
Untuk memantau pemakaian Speedy
secara mudah, PT.Telkom menyediakan aplikasi
Speedy Alert System untuk dijalankan pada
perangkat komputer. Aplikasi ini dapat
digunakan untuk mengetahui informasi
pemakaian Speedy (Usage) secara realtime
sesuai dengan quota yang dimiliki dan untuk
mengetahui informasi tagihan pada periode
sebelumnya. Namun aplikasi ini hanya bisa
dijalankan pada perangkat komputer yang
menggunakan Windows XP dan memiliki
aplikasi Internet Explorer versi 6 keatas.
Modem ADSL
Modem adalah salah satu komponen
dari CPE yang berfungsi melakukan modulasi
dan demodulasi sinyal informasi. Dengan
adanya kebijakan “Liberalisasi Terminal”
pelanggan Speedy diberi kebebasan memilih
merk modem yang beredar dipasaran.
Modem ADSL berdasarkan letaknyanya
terdiri dari dua tipe yaitu :
Internal
Modem internal merupakan device
berupa card yang terpasang pada motherboard
PC yang berfungsi sebagai network card
sekaligus Modem Router ADSL.
Eksternal
Modem eksternal adalah modem yang
terpisah dari perangkat PC yang biasanya
dilengkapi aksesoris seperti kabel interface
untuk menghubungkan PC dengan modem.
Splitter
Suatu piranti yang digunakan untuk
memisahkan sinyal suara dan data tersebut
dinamakan dengan splitter. Splitter merupakan
suatu filter analog yang didalamnya terdiri atas
rangkaian low pass filter (LPF) dan high pass
filter (HPF). LPF hanya akan melewatkan
sinyal berfrekuensi rendah yang kurang dari 4
KHz dan HPF hanya akan melewatkan sinyal
berfrekuensi tinggi yang lebih dari 26 KHz.
Jika pada teknologi ADSL, frekuensi rendah
digunakan untuk suara dan frekuensi tinggi
digunakan untuk data, maka tentunya keluaran
dari LPF akan berupa sinyal suara yang dapat
dihubungkan ke pesawat telepon dan keluaran
dari HPF akan berupa data yang dapat
dihubungkan ke modem.
Connector
Connector adalah komponen dari CPE
yang berfungsi sebagai interface antara dua
kondisi yang berbeda. Media yang digunakan
untuk menghubungkan modem ADSL dengan
Terminal (PC). Pada umumnya terdapat tiga
buah konektor yang digunakan Speedy yaitu
RJ45, RJ11, dan USB .
3.2. Sistem Manajemen Instalasi PSB
Speedy
Proses PSB Speedy di pelanggan
melibatkan banyak unit internal Telkom, pihak
supplier modem dan mitra tenaga teknisi
instalasi kabel rumah. Banyak kasus yang
mengakibatkan terhambatnya dan ketertundaan
pemasangan Speedy di pelanggan baru.
Berbagai penyebab yang mengakibatkan hal
tersebut jika ditarik kesimpulan adalah belum
ada sistem yang merangkum semua proses
awal hingga akhir pemasangan Speedy secara
sistem dan terintegrasi. Unit-unit internal yang
terlibat langsung dalam proses pemasangan
adalah : divisi Datin (Data dan Internet)
melalui Sales Force dan EGC (Education and
Game Centre) melakukan penjualan ke
pelanggan, Customer Care lewat Plasa, Gerai,
dan SCC (Sales and Customer Care) melayani
pelanggan yang ingin berlangganan produk
Speedy. Tiket PSB akan di chek oleh unit
ANO (Access Network Operation) untuk
memastikan jaringan layak untuk layanan
Speedy data broadband, sub unit yang
melakukan pengecekan : CCAN (Corporate
Customer Access Network) mengecek jaringan
dan crossconect DLC- FRK, MDF akan
menjumper port yang diinginkan, CPE
memastikan pemasangan IKR (Instalasi Kabel
Rumah) di pelanggan, TDC (Test Dispatch
and Close) akan mengclosing tiket PSB
sebagai hasil kelayakan layanan Speedy. Vendor
Modem mengirim dan menyediakan modem
ADSL Speedy ke sub unit CPE, mitra IKR
menyediakan tenaga teknisi untuk pelaksanaan
pemasangan ke pelanggan.
Salah satu alat bantu yang bisa
mensolusikan dari masalah sebagaimana yang
timbul, maka dibuat suatu inovasi alat bantu
yang terintegrated, dapat bekerja secara
otomatis, real time dan dapat dipakai semua
pihak yang memerlukan. Sebuah aplikasi atau
program dibuat untuk menjawab tantangan
diatas yang diberi nama SIMANIS kepanjangan
dari Sistem Manajemen Instalasi PSB Speedy.
Secara garis besar SIMANIS bekerja
berdasar output data dari sumber yang sudah
ada, terlihat dalam gambar berikut :
Gambar 3.3 Hirarki sistem SIMANIS
Customer Operation Center (COC)
COC adalah sebuah aplikasi berbasis
web yang menyediakan alat bantu monitoring
untuk beberapa hal yang bersumber dari
database SISKA. COC dibuat untuk melengkapi
aplikasi SISKA yang memuat informasi yang
tidak tersedia oleh SISKA. Adapun informasi
yang diambil untuk dalam hal kemudahan
mengakses keperluan aplikasi SIMANIS
terdapat pada menu “Komersial –
Det_MTS_Kring”. Informasi tersebut diambil
dengan cara meng-capture text yang
dimunculkan oleh COC tanpa perlu terhubung
langsung dengan database SISKA sehingga dari
segi keamanan cara pengambilan seperti ini
adalah legal.
Adapun cara kerja dari SIMANIS
seperti yang ditunjukan pada gambar di atas
adalah sebagai berikut:
1. Secara rutin setiap 20 menit sekali
SIMANIS meng-capture data dari COC
untuk mendapatkan data – data pasang
baru speedy yang ”kring” pada saat itu
berupa nomer speedy, nomer telepon,
loket penerbit dan lain – lain.
COC OS3
SIMANIS
1 2
2. Setelah data tersebut didapat kemudian
disimpan dalam database SIMANIS.
3. Langkah berikutnya adalah mengecek
nomer speedy – nomer speedy yang
ada di database SIMANIS dengan
aplikasi OS3 untuk mendapatkan data
usage-nya. Setelah data hot usage
didapat kemudian data tersebut
disimpan kembali di database
SIMANIS.
4. Mengolah data – data yang ada di
database SIMANIS untuk keperluan
alat bantu monitoring.
Berikut tampilan dari alat bantu
SIMANIS :
Gambar 3.4. Tampilan alat bantu SIMANIS
SIMANIS sebagai alat bantu
monitoring dan pengendali bertujuan agar
kegiatan pemasangan PSB Speedy di
pelanggan yang meliputi instalasi kabel rumah
dan setting modem ADSL dapat dilaksanakan
sesuai SLG Telkom ke pelanggan Speedy yaitu
maksimum 3 X 24 jam. Untuk menggunakan
alat bantu ini, dilakukan langkah – langkah
sebagai berikut :
1. Membuka aplikasi Internet Explorer,
kemudian ketik alamat
http://10.85.250.222/psb/.
2. Akan muncul tampilanseperti
ditunjukkan pada gambar 3.4. Pada
halaman tersebut, akan diminta untuk
memasukkan user name dan password.
Ketik ”telkom“ untuk input text user
dan pasword, lalu klik tombol login.
3. Pada bagian statistik kondisi PSB
Speedy, dapat diketahui jumlah
pelanggan psb yang harus ditangani,
yang meliputi jumlah usage nol, ISP
lain, Customer Care, Pending
Customer, Pending Telkom, Modem
sendiri, dan CPE, seperti ditunjukkan
pada gambar 3.5 berikut :
Gambar 3.5 Statistik Kondisi PSB Speedy pada
SIMANIS
4. Pada bagian statistik penggunaan
modem ADSL, dapat diketahui jumlah
modem yang tersedia, yang telah
digunakan, yang tidak digunakan, serta
modem yang rusak, dari masing –
masing vendor modem, seperti
ditunjukkan pada gambar 3.6 :
Gambar 3.6 Statistik Penggunaan Modem
ADSL pada SIMANIS
5. Pada bagian statistik installer modem
ADSL, terdapat informasi mengenai
siapa yang bertanggungjawab terhadap
pemasangan modem dalam psb speedy.
Hal yang termasuk didalamnya ialah
nama teknisi (installer), tanggal order,
jumlah modem yang dibawa oleh
installer, jumlah modem yang telah
dibayar maupun yang belum dibayar
oleh installer. Berikut tampilan dari
statistik installer modem ADSL pada
SIMANIS :
Gambar 3.7 Statistik Installer Modem ADSL
pada SIMANIS
6. Pengisian data pada alat bantu
SIMANIS dilakukan secara terpusat
pada satu operator, sehingga tidak
terjadi kerancuan data.
Aplikasi SIMANIS sangat bermanfaat
bagi semua pihak, yaitu:
1. Sub Unit CPE sebagai pengendali
instalasi PSB Speedy, sehingga dapat
menjawab secara cepat permasalahan
bila terjadi ketidaksesuaian waktu
pelaksanaan dengan SLG (Service
Level Guarantee) PT Telkom. Sebagai
alat bantu menjaga stok atau
ketersediaan modem ADSL Speedy.
2. Manajemen dalam monitoring waktu
pemasangan dan pertanyaan pelanggan
ataupun membuat kebijakan dan
keputusan strategi pemasaran,
sekaligus untuk evaluasi proses bisnis
yang ada.
3. Unit Customer Care dalam menjaga
loyalitas dan kepuasan pelanggan
pemakai layanan Speedy. Sebagai alat
bantu untuk membantu kesulitan
pelanggan yang melakukan pasang
sendiri.
4. Unit Sales dapat memonitor hasil
penjualannya apakah sudah terpasang
atau belum di pelanggan.
Akan tetapi, alat bantu SIMANIS
mempunyai beberapa batasan sebagai berikut :
1. Input terhadap ketersediaan modem yg
dipasok vendor dilakukan secara
manual oleh user yang ditunjuk.
2. Monitoring dan pengendalian umur
PSB yang belum terpasang dilakukan
oleh sistem, beradasar status PS (PiS)
COC dan usage dari OS3 (Radius).
3. Pengelompokan pelanggan dilakukan
secara manual oleh operator yang
ditunjuk setelah terlebih dahulu
melakukan pengecekan katagori no
speedy dan SISKA.
4. Bisa diakses oleh banyak user, setelah
terlebih dahulu minta ijin ke
administrator.
4. PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang telah
dijelaskan di atas maka didapatkan kesimpulan
berikut:
1. MDF merupakan sebuah divisi pada
PT. TELKOM yang merupakan pusat
kabel-kabel telepon, baik untuk jaringan
telepon maupun Speedy.
2. Pengaturan pemberian nomor telepon
pelanggan dilakukan oleh MDF,
sehingga pada MDF perlu diadakan
validasi untuk memastikan pelanggan
mendapatkan nomor telepon yang sesuai
dengan yang diberikan oleh perusahaan.
3. Alat bantu SIMANIS, digunakan untuk
monitoring dan pengendalian instalasi
psb Speedy dan penggunaan modem
ADSL di Kandatel Semarang.
4. Aplikasi SIMANIS masih
dikembangkan agar lebih bisa
mengakomodir kebutuhan semua pihak
yang terkait dengan instalasi PSB
Speedy.
MDF (MAIN DISTRIBUTION FRAME)
DAN MONITORING PSB SPEEDY
Abstrak
Abstrak - PT. Telekomunikasi Indonesia (TELKOM) is divided of several divisions that support all
activities of the company. MDF (Main Distribution Frame) as one of the division of PT. TELKOM has an
important role to maintain the quality of service for the customers. Therefore, MDF do some activities such as
validation and monitoring of products from PT.TELKOM which one of their leading product is Speedy. Speedy
is product that provide internet services with high speed broadband access. That access technology based on
Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL). SIMANIS is the tool that used to monitor and evaluate the PSB
Speedy
Keywords: MDF, Speedy, SIMANIS
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi, khususnya dalam bidang teknologi
informasi dan telekomunikasi yang semakin
pesat membawa akibat tingginya tuntunan
masyarakat pengguna jasa telekomunikasi
untuk mendapatkan layanan yang mudah dan
cepat, terutama dalam dunia bisnis dengan
persaingan yang ketat. PT TELKOM Kandatel
Semarang memiliki banyak strategi dalam
menghadapi persaingannya, salah satunya
yaitu dengan meluncurkan produk baru yang
diberi nama Speedy. Produk ini berbasis pada
teknologi ADSL (Asymmetric Digital
Subscriber Line) yang mampu membawa data
dengan laju upstream sampai dengan 64 Kbps
dan downstream sampai dengan 1 Mbps,
bahkan hingga 2 Mbps.
Sistem layanan Speedy merupakan
kumpulan beberapa elemen yang saling
mendukung sehingga membentuk satu
kesatuan sistem layanan yang dapat digunakan
oleh pelanggan.. Hal inilah yang mendorong
minat untuk membuat suatu alat bantu guna
memonitor dan mengendalikan keragaman
elemen pendukung, sehingga pelanggan dapat
memakai jasa layanan Speedy sesuai yang
dijanjikan PT Telkom.
1.2. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dari
pelaksanaan kerja praktek di PT Telkom
Kandatel Semarang adalah
1. Untuk mengetahui cara kerja MDF (Main
Distribution Frame) secara umum.
2. Untuk mengetahui monitoring dan evaluasi
PSN (pemasangan baru) Speedy melalui tool
SIMANIS.
1.3. Pembatasan Masalah
Untuk menghindari pembahasan yang
terlalu luas, penulis membatasi pembahasan
makalah ini hanya pada:
1. Pekerjaan di bidang MDF (Main
Distribution Frame) secara umum.
2. Alur bisnis pemasangan Speedy.
3. Monitoring dan evaluasi pemasangan baru
Speedy menggunakan alat bantu SIMANIS.
II. MDF (MAIN DISTRIBUTION FRAME)
MDF adalah unit terminal berkapasitas
besar sebagai tempat terminasi kabel dari sentral
dan kabel primer dari tempat tambat awal kabel
primer yang menuju ke jaringan.
MDF sebagai salah satu unit yang ada di
PT. Telkom STO (Sentral Telepon Otomat)
Johar mempunyai fungsi-fungsi khusus, yaitu :
Tempat penyambungan antara kabel
primer dengan kabel dari sentral;
Tempat pengetesan dalam melokalisir
gangguan;
Tempat melakukan mutasi;
Tempat mengisolir pelanggan karena
administrasi;
Memungkinkan pengukuran secara
terpisah antara saluran ke sentral dan
saluran ke arah pelanggan.
Peralatan-peralatan yang berada di
ruangan MDF sangat sensitif terhadap gangguan
dari luar, oleh kerana itu ruangann MDF harus
memenuhi syarat-syarat berikut :
Ruangan harus bersih dari segala
kotoran;
Dilengkapi dengan Alarm Protector;
Mempunyai ventilasi udara yang baik;
Dilengkapi dengan alat pemadam
kebakaran;
Dilengkapi dengan tangga sorong yang
tingginya disesuaikan dengan kondisi
ruangan MDF/RPU
2.1 Bagian-bagian MDF
1. Siska (Sistem Informasi Customer)
SISKA sebagai Sistim Informasi Customer
sebagai pengganti SISKAMAYA. SISKA
adalah sebuah program yang digunakan oleh
PT. TELKOM Indonesia dalam melakukan
pencarian, perbaikan, troubleshooting, PSB
(Pasang sambungan Baru).
2. Terminal
Pada MDF/RPU terdapat terminal
yang disusun secara vertikal dan horisontal
yaitu :
1. Terminal blok vertikal
Adalah tempat terminasi kabel
primer dan tempat penjumperan ke
blok horizontal telepon).
2. Terminal blok horizontal
Adalah tempat terminasi kabel dari
sentral dan tempat penjumperan ke
blok vertikal
3. Kabel chamber
Adalah ruang tempat penyimpanan baik
kabel tanah tanam langsung maupun kabel
duct dengan kapasitas besar yang telah diinstal
di ruang MDF untuk memperhandal jika ada
penambahan jaringan
2.2 Peralatan MDF
Peralatan-peralatan yang digunakan di
dalam MDF adalah
Computer
Papan tulis dan spidol
Tangga sorong
Test phone
Knip tang dan tang buaya
Krone (insertion tool) dan pistol
jumper
Meja pengukur
2.3 Pekerjaan MDF
Pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan
oleh unit MDF meliputi :
1. Pada telepon rumah
Pekerjaan yang di lakukan MDF pada
telepon rumah yaitu :
Melaksanakan pasang baru sambungan
telepon.
Melaksanakan omset saluran pelanggan.
Mencabut Kabul jumper
Pasang kembali nomor yang dicabut
Pengukuran Arrester
2. Speedy
Pekerjaan yang di lakukan MDF pada
Speedy hampur sama dengan pekerjaan pada
telepon rumah namun dilakukan kepada
pelanggan Speedy.
3. Validasi data
Validasi data bertujuan agar klemklem
di terminal vertikal MDF diketahui
nomor teleponnya dan benar-benar valid.
Langkah-langkah melakukan validasi data
yaitu :
1. Menyiapkan buku daftar kabel primer,
alat tulis dan test phone.
2. Menentukan primer yang akan
divalidasi.
3. Menempelkan ujung-ujung test phone
pada klem yang akan di cek.
4. Menanyakan nomor telepon yang
sedang dites.
5. Mencocokkan hasilnya dengan buku,
beri tanda menggunakan pensil apabila
ada yang tidak sama tulis sebelahnya.
6. Apabila pada waktu diadakan
pengetesan ada pelanggan yang sedang
berkomunikasi, matikan test phone
agar pelanggan tidak terganggu.
7. Melakukan berulang-ulang sesuai
dengan banyaknya urat kabel yang
akan divalidasi.
III.MONITORING PSB SPEEDY
3.1 Proses pemasangan baru speedy
Proses pasang baru speedy dilayani
dalam dua tahap yaitu tahap penjualan (selling)
dan tahap aktivasi.
Tahap selling sendiri dapat dilakukan dengan
beberapa cara yaitu pelanggan langsung dating
ke plasa telkom, melalui web, melalui sms dan
melalui. saluran telepon 147. Setelah proses
registrasi selesai baru dilanjutkan ke proses
aktivasi yang ditangani oleh datel dan divisi
multimedia. Berikut akan dibahas lebih lanjut
mengenai proses pasang baru Speedy.
3.1.1. Proses Bisnis Selling
Proses selling merupakan proses
penjualan yang dilakukan oleh pihak TELKOM
dengan cara menawarkan produk secara
langsung kepada pelanggan melalui percakapan
telepon.
Pada Proses Bisnis Selling ada beberapa
program di lingkungan telkom yang
memudahkan untuk memproses dan
menditeksi pemasangan maupun pemutusan
layanan speddy pada pelanggan, yaitu :
SISKA
SISKA merupakan sebuah sistem
informasi untuk menangai bisnis proses seperti
pelayanan, validasi, gangguan, pasang baru
dan lain-lain yang digunakan di lingkungan
internal PT Telkom. Aplikasi SISKA ini
menggunakan text base sebagai user
interfacenya dan kurang nyaman dalam hal
penyediaan informasi maupun untuk
monitoring dan pelaporan.
Gambar 3.1. Tampilan Software SISKA
SMART
Smart merupakan software yang
digunakan untuk memonitoring pelanggan
yang melakukan pemasangan baru Speedy, dan
mengetahui status modem yang digunakan,
bundling atau Free Modem.
Gambar 3.2. Tampilan Software Smart
Operation Speedy Support System
(OS3)
Operation Speedy Support System
(OS3) merupakan suatu software yang
digunakan untuk memonitoring pelanggan
Speedy, pemakaian (usage) data download dan
upload dari pelanggan, status pelanggan.
3.1.2 Aktivasi layanan Speedy
Proses aktivasi layanan speedy
merupakan proses lanjutan setelah work order
dibuat oleh personil Plasa TELKOM. Proses ini
dilakukan setelah petugas plasa telkom
melakukan input aktivasi. Petugas selanjutnya
memastikan ketersedian akses dan aktivasi port
telah dilakukan dengan benar. Data yang
diperlukan dalam proses ini berupa data teknis
jaringan.
3.1.3 Instalasi
Berikut perangkat Speedy disisi
Pelanggan :
Komputer
Spesifikasi minimum untuk layanan
Speedy:
1. Pentium II 450 MHz.
2. Memory (RAM) sebesar 64 MByte.
3. Hardisk dengan kapasitas 2 GByte.
4. Dapat menggunakan sistem operasi Windows
atau Linux
5. Memiliki aplikasi untuk browsing seperti
Internet Explorer.
Untuk memantau pemakaian Speedy
secara mudah, PT.Telkom menyediakan aplikasi
Speedy Alert System untuk dijalankan pada
perangkat komputer. Aplikasi ini dapat
digunakan untuk mengetahui informasi
pemakaian Speedy (Usage) secara realtime
sesuai dengan quota yang dimiliki dan untuk
mengetahui informasi tagihan pada periode
sebelumnya. Namun aplikasi ini hanya bisa
dijalankan pada perangkat komputer yang
menggunakan Windows XP dan memiliki
aplikasi Internet Explorer versi 6 keatas.
Modem ADSL
Modem adalah salah satu komponen
dari CPE yang berfungsi melakukan modulasi
dan demodulasi sinyal informasi. Dengan
adanya kebijakan “Liberalisasi Terminal”
pelanggan Speedy diberi kebebasan memilih
merk modem yang beredar dipasaran.
Modem ADSL berdasarkan letaknyanya
terdiri dari dua tipe yaitu :
Internal
Modem internal merupakan device
berupa card yang terpasang pada motherboard
PC yang berfungsi sebagai network card
sekaligus Modem Router ADSL.
Eksternal
Modem eksternal adalah modem yang
terpisah dari perangkat PC yang biasanya
dilengkapi aksesoris seperti kabel interface
untuk menghubungkan PC dengan modem.
Splitter
Suatu piranti yang digunakan untuk
memisahkan sinyal suara dan data tersebut
dinamakan dengan splitter. Splitter merupakan
suatu filter analog yang didalamnya terdiri atas
rangkaian low pass filter (LPF) dan high pass
filter (HPF). LPF hanya akan melewatkan
sinyal berfrekuensi rendah yang kurang dari 4
KHz dan HPF hanya akan melewatkan sinyal
berfrekuensi tinggi yang lebih dari 26 KHz.
Jika pada teknologi ADSL, frekuensi rendah
digunakan untuk suara dan frekuensi tinggi
digunakan untuk data, maka tentunya keluaran
dari LPF akan berupa sinyal suara yang dapat
dihubungkan ke pesawat telepon dan keluaran
dari HPF akan berupa data yang dapat
dihubungkan ke modem.
Connector
Connector adalah komponen dari CPE
yang berfungsi sebagai interface antara dua
kondisi yang berbeda. Media yang digunakan
untuk menghubungkan modem ADSL dengan
Terminal (PC). Pada umumnya terdapat tiga
buah konektor yang digunakan Speedy yaitu
RJ45, RJ11, dan USB .
3.2. Sistem Manajemen Instalasi PSB
Speedy
Proses PSB Speedy di pelanggan
melibatkan banyak unit internal Telkom, pihak
supplier modem dan mitra tenaga teknisi
instalasi kabel rumah. Banyak kasus yang
mengakibatkan terhambatnya dan ketertundaan
pemasangan Speedy di pelanggan baru.
Berbagai penyebab yang mengakibatkan hal
tersebut jika ditarik kesimpulan adalah belum
ada sistem yang merangkum semua proses
awal hingga akhir pemasangan Speedy secara
sistem dan terintegrasi. Unit-unit internal yang
terlibat langsung dalam proses pemasangan
adalah : divisi Datin (Data dan Internet)
melalui Sales Force dan EGC (Education and
Game Centre) melakukan penjualan ke
pelanggan, Customer Care lewat Plasa, Gerai,
dan SCC (Sales and Customer Care) melayani
pelanggan yang ingin berlangganan produk
Speedy. Tiket PSB akan di chek oleh unit
ANO (Access Network Operation) untuk
memastikan jaringan layak untuk layanan
Speedy data broadband, sub unit yang
melakukan pengecekan : CCAN (Corporate
Customer Access Network) mengecek jaringan
dan crossconect DLC- FRK, MDF akan
menjumper port yang diinginkan, CPE
memastikan pemasangan IKR (Instalasi Kabel
Rumah) di pelanggan, TDC (Test Dispatch
and Close) akan mengclosing tiket PSB
sebagai hasil kelayakan layanan Speedy. Vendor
Modem mengirim dan menyediakan modem
ADSL Speedy ke sub unit CPE, mitra IKR
menyediakan tenaga teknisi untuk pelaksanaan
pemasangan ke pelanggan.
Salah satu alat bantu yang bisa
mensolusikan dari masalah sebagaimana yang
timbul, maka dibuat suatu inovasi alat bantu
yang terintegrated, dapat bekerja secara
otomatis, real time dan dapat dipakai semua
pihak yang memerlukan. Sebuah aplikasi atau
program dibuat untuk menjawab tantangan
diatas yang diberi nama SIMANIS kepanjangan
dari Sistem Manajemen Instalasi PSB Speedy.
Secara garis besar SIMANIS bekerja
berdasar output data dari sumber yang sudah
ada, terlihat dalam gambar berikut :
Gambar 3.3 Hirarki sistem SIMANIS
Customer Operation Center (COC)
COC adalah sebuah aplikasi berbasis
web yang menyediakan alat bantu monitoring
untuk beberapa hal yang bersumber dari
database SISKA. COC dibuat untuk melengkapi
aplikasi SISKA yang memuat informasi yang
tidak tersedia oleh SISKA. Adapun informasi
yang diambil untuk dalam hal kemudahan
mengakses keperluan aplikasi SIMANIS
terdapat pada menu “Komersial –
Det_MTS_Kring”. Informasi tersebut diambil
dengan cara meng-capture text yang
dimunculkan oleh COC tanpa perlu terhubung
langsung dengan database SISKA sehingga dari
segi keamanan cara pengambilan seperti ini
adalah legal.
Adapun cara kerja dari SIMANIS
seperti yang ditunjukan pada gambar di atas
adalah sebagai berikut:
1. Secara rutin setiap 20 menit sekali
SIMANIS meng-capture data dari COC
untuk mendapatkan data – data pasang
baru speedy yang ”kring” pada saat itu
berupa nomer speedy, nomer telepon,
loket penerbit dan lain – lain.
COC OS3
SIMANIS
1 2
2. Setelah data tersebut didapat kemudian
disimpan dalam database SIMANIS.
3. Langkah berikutnya adalah mengecek
nomer speedy – nomer speedy yang
ada di database SIMANIS dengan
aplikasi OS3 untuk mendapatkan data
usage-nya. Setelah data hot usage
didapat kemudian data tersebut
disimpan kembali di database
SIMANIS.
4. Mengolah data – data yang ada di
database SIMANIS untuk keperluan
alat bantu monitoring.
Berikut tampilan dari alat bantu
SIMANIS :
Gambar 3.4. Tampilan alat bantu SIMANIS
SIMANIS sebagai alat bantu
monitoring dan pengendali bertujuan agar
kegiatan pemasangan PSB Speedy di
pelanggan yang meliputi instalasi kabel rumah
dan setting modem ADSL dapat dilaksanakan
sesuai SLG Telkom ke pelanggan Speedy yaitu
maksimum 3 X 24 jam. Untuk menggunakan
alat bantu ini, dilakukan langkah – langkah
sebagai berikut :
1. Membuka aplikasi Internet Explorer,
kemudian ketik alamat
http://10.85.250.222/psb/.
2. Akan muncul tampilanseperti
ditunjukkan pada gambar 3.4. Pada
halaman tersebut, akan diminta untuk
memasukkan user name dan password.
Ketik ”telkom“ untuk input text user
dan pasword, lalu klik tombol login.
3. Pada bagian statistik kondisi PSB
Speedy, dapat diketahui jumlah
pelanggan psb yang harus ditangani,
yang meliputi jumlah usage nol, ISP
lain, Customer Care, Pending
Customer, Pending Telkom, Modem
sendiri, dan CPE, seperti ditunjukkan
pada gambar 3.5 berikut :
Gambar 3.5 Statistik Kondisi PSB Speedy pada
SIMANIS
4. Pada bagian statistik penggunaan
modem ADSL, dapat diketahui jumlah
modem yang tersedia, yang telah
digunakan, yang tidak digunakan, serta
modem yang rusak, dari masing –
masing vendor modem, seperti
ditunjukkan pada gambar 3.6 :
Gambar 3.6 Statistik Penggunaan Modem
ADSL pada SIMANIS
5. Pada bagian statistik installer modem
ADSL, terdapat informasi mengenai
siapa yang bertanggungjawab terhadap
pemasangan modem dalam psb speedy.
Hal yang termasuk didalamnya ialah
nama teknisi (installer), tanggal order,
jumlah modem yang dibawa oleh
installer, jumlah modem yang telah
dibayar maupun yang belum dibayar
oleh installer. Berikut tampilan dari
statistik installer modem ADSL pada
SIMANIS :
Gambar 3.7 Statistik Installer Modem ADSL
pada SIMANIS
6. Pengisian data pada alat bantu
SIMANIS dilakukan secara terpusat
pada satu operator, sehingga tidak
terjadi kerancuan data.
Aplikasi SIMANIS sangat bermanfaat
bagi semua pihak, yaitu:
1. Sub Unit CPE sebagai pengendali
instalasi PSB Speedy, sehingga dapat
menjawab secara cepat permasalahan
bila terjadi ketidaksesuaian waktu
pelaksanaan dengan SLG (Service
Level Guarantee) PT Telkom. Sebagai
alat bantu menjaga stok atau
ketersediaan modem ADSL Speedy.
2. Manajemen dalam monitoring waktu
pemasangan dan pertanyaan pelanggan
ataupun membuat kebijakan dan
keputusan strategi pemasaran,
sekaligus untuk evaluasi proses bisnis
yang ada.
3. Unit Customer Care dalam menjaga
loyalitas dan kepuasan pelanggan
pemakai layanan Speedy. Sebagai alat
bantu untuk membantu kesulitan
pelanggan yang melakukan pasang
sendiri.
4. Unit Sales dapat memonitor hasil
penjualannya apakah sudah terpasang
atau belum di pelanggan.
Akan tetapi, alat bantu SIMANIS
mempunyai beberapa batasan sebagai berikut :
1. Input terhadap ketersediaan modem yg
dipasok vendor dilakukan secara
manual oleh user yang ditunjuk.
2. Monitoring dan pengendalian umur
PSB yang belum terpasang dilakukan
oleh sistem, beradasar status PS (PiS)
COC dan usage dari OS3 (Radius).
3. Pengelompokan pelanggan dilakukan
secara manual oleh operator yang
ditunjuk setelah terlebih dahulu
melakukan pengecekan katagori no
speedy dan SISKA.
4. Bisa diakses oleh banyak user, setelah
terlebih dahulu minta ijin ke
administrator.
4. PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang telah
dijelaskan di atas maka didapatkan kesimpulan
berikut:
1. MDF merupakan sebuah divisi pada
PT. TELKOM yang merupakan pusat
kabel-kabel telepon, baik untuk jaringan
telepon maupun Speedy.
2. Pengaturan pemberian nomor telepon
pelanggan dilakukan oleh MDF,
sehingga pada MDF perlu diadakan
validasi untuk memastikan pelanggan
mendapatkan nomor telepon yang sesuai
dengan yang diberikan oleh perusahaan.
3. Alat bantu SIMANIS, digunakan untuk
monitoring dan pengendalian instalasi
psb Speedy dan penggunaan modem
ADSL di Kandatel Semarang.
4. Aplikasi SIMANIS masih
dikembangkan agar lebih bisa
mengakomodir kebutuhan semua pihak
yang terkait dengan instalasi PSB
Speedy.
0
Comments
Posting Komentar
Archive
Popular Posts
-
Soal BAB 1 KERAJAAN BERCORAK HINDU-BUDHA DAN ISLAM DI INDONESIA 1. a) J.C Van Leur b) Dr. N.J Krom c) Prof. Dr. Ir. J.L Moens ...
-
DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................... i LEMBAR ...
-
MATERI LATIHAN PENCAK SILAT "PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE" Sejak awal kita mengetahui bahwa PSHT mengajarkan pencak silat s...